Pentingnya Pembanding untuk Menunjukkan Ukuran dalam Fotografi

ukuran-1

Sebuah foto yang sempurna adalah foto yang berbicara, maksudnya adalah sebuah foto punya kekuatan bagi orang yang melihat untuk menikmati foto tersebut. Sebuah foto landscape yang cantik misalnya, akan lebih baik jika ada human berada disitu sebagai pembanding betapa besar dan luasnya pantai atau gunung yang ada difoto tersebut.

Dalam bahasa fotografi pembanding bisa diartikan suatu cara untuk menunjukkan ukuran subyek secara lebih detail pada sebuah gambar atau foto. Satu contoh misalnya dalam sebuah foto yang sudah di crop terlihat obyek berupa susunan beberapa batu bertumpuk. Disitu mungkin kita hanya bisa berkata bahwa batu tersebut sangat besar. Pertanyaannya, sebesar apa? Apakah sebesar rumah, sebesar mobil, atau sebesar manusia?

Lain halnya jika melihat gambar secara utuh dimana disamping kiri susunan batu berdiri sesosok manusia dengan ukuran yang sangat kecil, sedangkan disebelah kanan susunan batu terdapat mobil yang ukuran gambarnya juga kecil. Bahkan jauh lebih kecil dibanding ukuran susunan batu. Nah, dari perbandingan ukuran manusia, susunan batu, dan mobil maka dapat disimpulkan bahwa susunan batu tersebut memiliki ukuran yang massif

Kedua foto tersebut adalah satu, artinya tanpa ada perubahan posisi lensa atau perubahan angle. Hanya saja pada foto pertama (tanpa gambar manusia dan mobil) di crop di bagian kiri dan kanan. Nah, tanpa gambar manusia dan mobil, foto terlihat biasa-biasa saja namun setelah kita melihat gambar secara utuh, maka kita akan sadar dengan ukuran susunan batu yang sesungguhnya.

Obyek Pembanding

ukuran-3

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa manusia dan mobil dalam satu foto yang utuh adalah obyek pembanding, dimana kita bisa mengetahui ukuran susunan batu secara lebih spesifik. Obyek pembanding dalam sebuah foto tentu saja dapat memberi perspektif pada siapapun yang melihat foto. Adapun obyek pembanding yang umumnya sering digunakan oleh fotografer adalah orang, mobil, hewan, dan lain sebagainya.

Dengan adanya obyek pembanding maka kita bisa menyimpulkan ukuran sebuah obyek utama apakah sangat besar atau justru sebaliknya sangat kecil. Obyek yang terlihat sangat besar padahal ukuran aslinya sangat kecil atau sebaliknya, bisa dibilang tipuan perspektif terutama jika subyek diambil dari angle dan posisi lensa yang berbeda.

Dari sini dapat kita tarik benang merah bahwa kita bisa saja menggunakan teknik pembanding untuk menunjukkan betapa besar atau betapa kecil subyek yang kita ambil. Tentu saja dengan menghadirkan benda-benda tertentu sebagai pembanding kemudian dijadikan satu frame. Namun untuk memainkan emosional orang yang melihatnya, kita bisa menyembunyikan benda pembanding bahwa seolah-olah subyek yang terdapat dalam foto kita terlihat sangat besar atau sangat kecil dengan perspektif tertentu.

Teknik Kreatif Memotret Gerakan

ukuran-5

Setelah membahas definisi obyek pembanding untuk mengetahui ukuran subyek utama sebuah karya fotografi, kini kita akan mempelajari teknik kreatif untuk memotret subyek yang bergerak. Perlu diketahui, tidak selamanya subyek foto yang terlihat tajam itu baik, sebaliknya foto yang terlihat blur itu belum tentu jelek. Dalam hal ini kadang menunjukkan subyek foto yang dinamis, misalnya blur dibuat secara sengaja untuk memperlihatkan kecepatan pergerakan subyek. Contohnya saat kita memotret panning sebuah motor yang sedang berjalan dan lain-lain. Dengan tampilan blur akhirnya orang tahu bahwa subyek dalam foto tersebut bergerak.

Ada 3 teknik yang perlu kita pelajari terkait pemotretan subyek yang bergerak yaitu: Panning, long exposure, maupun teknik zooming blur. Berikut definisinya satu-persatu.

Panning

Panning adalah teknik memotret dengan cara menggerakkan kamera mengikuti arah gerakan subyek. Dengan teknik ini biasanya terlihat hasil foto dengan tampilan subyek yang cukup tajam sedangkan lingkungan disekitar subyek terlihat blur, sehingga kemudian muncul kesan gerakan (motion).

Long Exposure

Foto atau gambar long exposure dihasilkan oleh setting kamera dengan shutter speed lambat. Biasanya waktu exposure jatuh pada 1/10 detik atau bahkan lebih lambat. Contoh dari long exposure sendiri misalnya ketika kita memotret air terjun, laut, atau sungai dengan pergerakan air, atau awan bergerak sehingga terlihat mirip serat kapas.

Zoom Blur

ukuran-4

Teknik zoom blur juga sering disebut zoom burst yang menghasilkan foto dengan efek yang cukup simpel. Caranya cukup dengan memutar ring zoom pada lensa sambil mengambil exposure. Hasil foto zoom blur akan muncul garis-garis (blur) sehingga subyek terlihat bergerak. Pada momen-momen tertentu teknik zoom blur bisa membuat subyek yang sebelumnya biasa-biasa saja menjadi sangat istimewa.

Ketika saya memotret landscape komposisi dan cuaca memang sangat berpengaruh besar, tetapi akan lebih berbicara ketika foto didalam foto tersebut ada human interest sebagai pembanding dan menghidupkan foto tersebut. Oleh karena itu ketika saya memotret landscape pantai atau gunung, biasanya saya menunggu lama berjam jam hanya untuk menunggu orang yang lewat agar saya taruh sebagai objek dan membuat kesan foto dinamis. Jadi anda harus sabar ya ketika memotret landscape, agar hasilnya maksimal dan bagus.