Kami telah melakukan hands-on dan review untuk kamera teranyar di jajaran Lumix, GX85. Akhirnya kamera ini resmi juga diluncurkan di Indonesia. Mengangkat tagline ‘Liberty to Discover’, Panasonic menggandeng beberapa nama terkenal, di antaranya adalah Gamaliel, Keenan Pearce, dan Barry Kusuma. Pada acara Lumixcite Party yang diadakan di Yesterday Backyard, Jakarta, Panasonic memamerkan kamera mirrorless yang jadi ‘adik’ dari Lumix GX8. “Kami berharap nama-nama yang kami gandeng ini bisa merepresentasikan tagline ‘Liberty to Discover’ yang kami usung untuk produk Lumix,” ujar Agung Ariefiandi, Product Marketing Digital Imaging Manager Panasonic Gobel Indonesia.

Sensor Digital Live MOS 16 megapiksel ditanamkan di dalam Lumix GX85 yang juga menghilangkan filter lowpass AA. Sistem ini diklaim akan membuat detail lebih bagus hingga 10 persen dibandingkan sensor 16 MP yang mereka pakai sebelumnya. Dual Image Stabilization menjadi salah satu tawaran menarik dari GX85. Penstabil gambar 5-axis pada bodi dikombinasikan dengan OIS pada lensa yang dikatakan dapat mengkompensasi guncangan hingga 4,5 stop. Fitur video 4K UHD pada 30p juga diberikan untuk GX85, termasuk fitur 4K Photo Mode dan Post Focus. Fokusnya sendiri menggunakan sistem DFD (Depth from Defocus) yang juga dipakai pada GX8.

Fitur tambahan lainnya yang dibawakan GX85 mencakup modus L.Monochrome. Modus ini disebut-sebut memiliki gradasi yang lebih kaya ketimbang modus B/W film. Juga ada Focus Bracket dan Aperture Bracket sebagai tamabahan untuk Exposure Brackets dan WB Brackets. Wi-Fi masih menjadi fitur konektivitas yang tetap disematkan. Terdapat viewfinder dengan resolusi 2,76 juta dot dengan rasio 16:9. Sementara layar belakangnya berukuran 3 inci dengan resolusi 1,04 juta titik. Layar ini dapat ditekuk ke atas hingga 80 derajat dan ditekuk ke bawah hingga 45 derajat. Panasonic membanderol Lumix GX85 seharga Rp11,5 juta.